Wednesday, May 18, 2011

PASAL 7

PEKERJAAN PERLINDUNGAN KATODIK

7.1. Umum

Pekerjaan pemasangan perlindungan katodik adalah satu kesatuan dengan pemasangan pipa dimana akan berfungsi dengan baik bila pekerjaan pemasangan keduanya dilakukan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab penuh sampai berfungsinya sistem perlindungan katodik.

Agar sistem perlindungan katodik dapat berfungsi baik, maka hindarilah kontak langsung antara pipa yang dipasang dengan struktur metal lain di atas maupun di bawah tanah serta pastikan bahwa pemasangan material sesuai spesifikasi dan fungsi insulating dapat bekerja dengan baik.


7.2. Pemasangan Anoda dan Tiang Ukur

Hal-hal yang harus dipenuhi sebelum dilakukan pemasangan adalah :

A. Persiapan dan Pengecekan Material :

· Seluruh material untuk keperluan sistem perlindungan katodik harus telah disediakan dan Penyedia Barang/Jasa dapat mengajukan spesifikasinya di mana akan diberikan persetujuan oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero).

· Material yang perlu disediakan berikut spesifikasinya adalah :

a. Anoda

b. Insulating Joint

c. Primer, Mastic, Moulding Putty dan Coating

d. Rubber Sheet

B. Persiapan Lubang Galian :

Lubang galian untuk keperluan pemasangan sistem perlindungan katodik harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti :

· Bentuk serta ukuran dari lubang galian harus sesuai dengan gambar standar No. DPB/CPC/GPPA/006D.

· Dasar dari galian harus kering dan bebas dari air maupun lumpur.

· Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab penuh terhadap segala hal termasuk perijinan dan keamanan terhadap lubang galian.

7.3. Prosedur Pemasangan Tiang Ukur dan Anoda

7.3.1 Pemasangan Plat CP

· Bentuk dan ukuran dari plat CP sesuai dengan gambar standar No. DPB/CCP/ISA/0061

· Lokasi pemasangan plat CP harus disetujui oleh PGN.

· Pengelasan plat CP ke permukaan pipa hanya dapat dilaksanakan bila pada pipa tersebut belum dilakukan hidrostatik test.

· Bila hidrostatik test telah dilaksanakan, maka pengelasan plat dilakukan dengan cara menggunakan Pin Brazing atau Thermit Welding.

· Buka permukaan coating di lokasi pipa yang akan dipasang plat CP.

· Bersihkan permukaan pipa dari segala kotoran dengan wire brush.

· Letakkan plat CP di permukaan pipa dan lakukan pengelasan.

7.3.2 Penyambungan Kabel

· Lakukan pengecekan terhadap kabel penghubung untuk memastikan kabel penghubung berfungsi baik. Pengecekan dilakukan dengan mengukur tahanan dari bagian ujung-ujung kabel.

· Kabel penyambung yang dimaksud adalah 2 buah kabel yang menghubungkan pipa ke tiang ukur.

· Siapkan 2 buah kabel penghubung sepanjang minimal 4 meter dan kupas bagian ujungnya sepanjang 1,5 cm.

· Pasang sepatu kabel pada bagian ujung kabel dan tekan dengan menggunakan tang penjepit.

· Letakkan ujung 2 buah kabel yang telah diberi sepatu kabel pada baut dan di plat CP dan jepit sepatu kabel tersebut pada plat CP dengan cara mengencangkan mur pengikat.

· Tarik ujung kabel ke atas permukaan tanah.

7.3.3 Pembalutan

· Material pembalut yang dipakai terdiri dari :

a. Primer

b. Moulding Putty

c. PVC Tape (inner tape) lebar pita 2”

· Bersihkan permukaan pipa maupun permukaan plat CP yang akan dibalut.

· Bersihkan permukaan coating yang akan dibalut ulang dengan lap basah.

· Lapisi dengan primer pada seluruh bagian metal yang terbuka, seperti plat CP, permukaan pipa dan sepatu kabel, secara merata.

· Setelah permukaan primer benar-benar telah mengering (± 30 menit), lapisi permukaan plat CP dengan menggunakan moulding putty. Bentuk akhir dari pelapisan moulding putty harus padat dan membentuk setengah lingkaran di atas plat CP (lihat gambar STD-009-002-01).

· Lapisi permukaan moulding putty dengan menggunakan inner tape di seluruh permukaan coating dengan overlapping 55%.

7.3.4 Pemasangan Anoda

· Lokasi penanaman anoda harus mendapat persetujuan dari PGN. Posisi penanaman anoda di dalam lubang galian sesuai dengan gambar standar No. DPB/CPC/PTBA/006F.

· Lakukan pengecekan pada kabel penghubung anoda untuk memastikan kabel berfungsi dengan baik. Pengecekan dapat dilakukan dengan mengukur potensial dari anoda tersebut.

· Letakkan anoda dilubang galian dan siram dengan air minimal sebanyak dua ember.

· Tarik kabel penghubung anoda ke atas permukaan tanah setelah sebelumnya dililit pada pipa.

· Lakukan pengurugan anoda setelah prosedur di atas dilaksanakan.

7.3.5 Pemasangan Tiang Ukur

· Ukuran, spesifikasi dari tiang ukur harus sesuai dengan gambar standar No. DPB/CPC/DTB/006H.

· Posisi penempatan tiang ukur harus aman dan tidak mengganggu pemakai jalan serta mendapat persetujuan dari PGN.

· Masukkan kabel penghubung dan kabel anoda ke dalam tiang ukur.

· Tanamlah tiang ukur sesuai gambar standar No. DPB/CPC/PTBA/006F. Pasang sepatu kabel pada bagian ujung kabel dan sambung keterminal point yang diletakkan pada vertinax. Kabel dari anoda dihubungkan dengan terminal point merah. Kabel penghubung dari pipa (2 kabel) dihubungkan dengan masing-masing terminal point berwarna hitam.

· Sambung dengan menggunakan kabel penghubung antara terminal point merah dengan salah satu terminal point hitam.

· Kabel anoda harus benar-benar terlindungi saat tiang ukur ditanam. Hal tersebut untuk menghindarkan dari putusnya kabel-kabel tersebut.

7.4. Pemasangan Junction Box

Pemasangan junction box dilakukan untuk dapat memonitor fungsi dari penyekat yang dipasang. Prosedur pemasangannya adalah hampir sama dengan prosedur pemasangan tiang ukur dan hal tersebut dapat dilihat pada gambar standar No. DPB/CPC/DTU/006G.

Prosedur pemasangan Junction Box adalah :

1. Pemasangan Plat CP :

Pemasangan dilakukan pada kedua sisi penyekat (insulating).

Prosedur pemasangannya sama dengan prosedur pemasangan plat CP pada tiang ukur.

2. Penyambungan Kabel :

Penyambungan kabel dilakukan dari masing-masing plat CP yang telah di pasang. Jumlah kabel yang dipasang adalah satu buah untuk masing-masing plat CP. Prosedur pemasangan kabelnya sama dengan prosedur penyambungan kabel pada tiang ukur.

3. Pembalutan :

Pembalutan plat CP dilakukan pada dua buah CP yang dipasang, dimana prosedur pemasangannya sama dengan pembalutan plat CP pada tiang ukur.

4. Penyambungan Kabel pada Junction Box (JB) :

Adapun prosedur penyambungan kabel pada Junction box adalah :

· masukkan kabel dari masing-masing plat CP ke dalam JB.

· tanamlah junction box sesuai dengan gambar standar No. DPB/CPC/PKIJ/006J.

· pasang sepatu kabel pada bagian ujung kabel dan sambung dengan terminal point yang telah diletakkan pada vertinax.

· Salah satu kabel dihubungkan pada terminal point merah dan yang lainnya dihubungkan pada terminal point hitam.

· Kabel dari plat CP harus benar-benar terlindungi saat JB ditanam. Hal ini untuk menghindari putusnya kabel-kabel tersebut.

7.5. Pengukuran Hasil Pemasangan

Pengukuran hasil pemasangan dilakukan dengan menggunakan beberapa alat ukur, yaitu:

a. Multimeter digital dengan pembanding Cu/CuSO4.

b. Meger.

Pengukuran dilakukan pada tiang ukur dan junction box yang meliputi :

a. Tiang ukur :

* potensial natural pipa

* potensial anoda

* potential proteksi

* arus proteksi dari anoda

b. Junction Box :

* potensial natural pipa pada kedua sisi JB

* pengukuran dengan menggunakan merger.

Persyaratan yang harus dipenuhi dari hasil pengukuran adalah :

· minimum potensial proteksi = -950 mV terhadap pembanding Cu/CuSO4.

· arus keluar dari anoda sama dengan arus keluar yang direncanakan pada desain.

· tidak ada arus yang mengalir melewati penyekat yang diketahui dari hasil pengujian dengan menggunakan alat merger.

No comments: